JAKARTA SELATAN – Palang Merah Indonesia (PMI) se-DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melaksanakan kegiatan ziarah dan tabur bunga di makam Bung Hatta, TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu (16/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan sehari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia.
Kegiatan ziarah dan tabur bunga ini menjadi bentuk penghormatan PMI terhadap jasa dan perjuangan Bung Hatta, yang dikenal sebagai salah satu Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum pertama Palang Merah Indonesia.
Bung Hatta tercatat menjabat sebagai Ketua PMI pada periode awal berdirinya organisasi, yakni sejak 1945 hingga 1946. Ia merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam pembentukan PMI pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Pada masa tersebut, Republik Indonesia yang baru memproklamasikan kemerdekaannya membutuhkan dukungan dan bantuan kemanusiaan dari berbagai negara. Dalam kondisi tersebut, keberadaan sebuah organisasi kepalangmerahan nasional menjadi penting untuk mendukung pelayanan kemanusiaan sekaligus membangun hubungan dengan organisasi dan negara lain.
Walikota Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk mengingat kembali jasa Bung Hatta dalam perjalanan awal PMI.
“Hari ini PMI bersama kami, Pemerintah Kota Jakarta Selatan, melaksanakan kegiatan ziarah sebagai bentuk penghormatan untuk mengingat peran dan jasa Bung Hatta,” ungkap Syafrin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut putri Bung Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta. Dalam kesempatan itu, Gemala menceritakan sosok ayahnya yang sejak awal telah memikirkan kebutuhan masyarakat Indonesia dalam bidang kemanusiaan, termasuk pentingnya ketersediaan darah bagi masyarakat.
Menurut Gemala, pemikiran tersebut telah menjadi perhatian Bung Hatta sejak melakukan kunjungan ke Markas Besar Palang Merah Internasional di Jenewa, Swiss.
“Itu asal mulanya ayah bercerita, saat kunjungan ke Markas Besar Palang Merah Internasional di Jenewa, Swiss. Ayah sudah mengonsepkan yang pertama antara lain adalah memikirkan nasib rakyat ke depan, di mana sebuah negara yang terdapat rakyatnya pasti harus ada ketersediaan darah,” ujar Gemala.
Gemala juga menekankan pentingnya pengelolaan stok darah secara baik dan tepat, sehingga darah yang telah disumbangkan oleh masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal bagi mereka yang membutuhkan.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, Mundari, mengatakan kegiatan ziarah dan tabur bunga tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Bung Hatta, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan kembali sejarah dan keteladanan para pendiri PMI kepada generasi mendatang.
“Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat lebih mengerti dan menyadari bahwa Palang Merah Indonesia selalu ada di tengah-tengah mereka,” tandasnya.
Kegiatan ziarah dan tabur bunga ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI sekaligus momentum untuk mengenang kembali sejarah awal berdirinya PMI serta meneruskan semangat kemanusiaan yang telah diwariskan oleh para pendirinya.
