JAKARTA SELATAN – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan melalui program Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP) yang didukung oleh Takeda Indonesia menggelar edukasi bertajuk “Stop DBD! Mulai dari Sekolah” di SMP Negeri 154 Jakarta, Kamis (23/7).
Kegiatan ini diikuti oleh 645 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian edukasi mengenai bahaya DBD, mulai dari cara penularan penyakit, mengenali nyamuk penyebab DBD, mengidentifikasi jentik nyamuk, mengenali gejala, hingga memahami langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, PMI Kota Jakarta Selatan mengemas materi edukasi melalui permainan ular tangga interaktif. Dalam permainan tersebut, para siswa diajak menjawab pertanyaan, memecahkan studi kasus sederhana, dan mempraktikkan perilaku hidup bersih sebagai bagian dari upaya pencegahan DBD. Metode ini membuat peserta lebih aktif, mudah memahami materi, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk sejak usia dini.
Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, H. Mundari, mengatakan bahwa pelaksanaan program ini merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan kepada PMI Kota Jakarta Selatan untuk mendukung upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk di masyarakat.
“Upaya bersama sama menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue. Program ini difokuskan pada wilayah Kelurahan Pengadegan dan Pejaten Timur yang menjadi lokasi prioritas, sehingga edukasi kepada masyarakat, khususnya ditingkat pelajar, diharapkan mampu membangun kebiasaan hidup bersih dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujar H. Mundari.
Sementara itu, Lurah Pengadegan, Hifzillah, mengapresiasi penyelenggaraan program edukasi tersebut. Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan DBD sejak usia dini.
“Kami menyambut baik kolaborasi antara PMI Kota Jakarta Selatan, Takeda Indonesia, dan pihak sekolah dalam memberikan edukasi kepada para siswa. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa ke rumah sehingga para siswa dapat mengajak keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” katanya.
Melalui program ini, PMI Kota Jakarta Selatan berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya DBD, tetapi juga menjadi pelopor dalam menggerakkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menjadi langkah preventif yang efektif dalam menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue di wilayah Jakarta Selatan.
